Rabu, 19 September 2012

Penipuan 15 JUTA

Baruuuu saja, saya mendapat kabar tante dan om saya kehilangan 15 juta karena ditipu. jadi modus penipuannya seperti ini:

Om saya yang sedang sibuk bekerja mendapat telpon dari seorang ibu-ibu yang mengaku TU dari SMPN1 Tarakan, mengatakan bahwa putranya mengalami kecelakaan. Jatuh dari Lantai II sekolah. tidak sadarkan diri. keluar darah dari telinga. sudah dilarikan ke RSU dan akan mendapatkan tindakan emergency namun harus bayar 15juta. SEGERA. Om saya yang panik akhirnya mengirimkan segera 15juta dengan mudahnya...
Mungkin kita akan berkata "astaga bisanya tertipu dengan mudah.." atau "kenapa sih ga dicroscek dulu" dan lain sebagainya.
stop disini. kita pikirkan bagaimana kondisi dan keadaannya.
Jadi om saya sedang sibuk bekerja, dia hanya memiliki satu anak laki-laki kelas yang baru kelas 1 SMP. mendengar putra kesayangannya jatuh dari lantai II, rasa ngeri dan takut serta panik akan kehilangan, menjadikan akal menjadi lepas kendali. sehingga langsung mengirim uang yang baginya tidak seberapa dibandingkan putranya. Belum lagi karena ada kasus keponaan yang meninggal karena jatuh perdarahan di otak kecil. sehingga kekhawatiranpun memuncak.

Beberapa minggu yang lalu, mama saya juga mendapatkan telpon dari seorang laki-laki yang mengaku petugas TU. mengatakan adik terakhir saya. Jian jatuh dari lantai dua.
saya melihat sendiri bagaimana mama saya gemetar dengan wajah menegangkan. seperti mendengar kabar buruk. pucat pasi. apalagi si penipu itu tampaknya mengerti sekali cara membuat orang gelisah dan ketakutan agar berpikir pendek. berhasil, mama saya langsung panik Padahal, tahu kah anda. Adik saya si Jian Sapi itu lagi ngulet di kamar. tidur-tiduran sambil pake headset. Hari itu tidak belajar (baru masuk ajaran baru) jadi dia malas sekolah. Mama sampai nyuruh saya ngecek dikamar, memastikan si Jian ada.
Nah, orangtua yang jelas-jelas tau anaknya di rumah aja panik setengah mati (mungkin mama saya berpikir adik saya si Abi yang sebenarnya jatuh) apalagi om saya yang dia tau dengan pasti anaknya memang sedang ada di sekolah.
Mama saya tidak sempat bercerita ke tante dan om karena memang kisah ini berlalu saja. tidak dibahas atau diperbincangkan. karena bukan masalah.
ternyata salah, seharusnya jika kita mendengar kisah dari orang lain atau mengalami sendiri maka kita harus menyampaikan ke orang lain. karena masih banyak orangtua-orangtua diluar sana yang akan ditipu.

so, this is it..
apa yang bisa kita pelajari?
1. TELPON
Jika mendengar kerabat terluka, jatuh, kecelakaan, atau kabar buruk lainnya maka pastikan dengan menelpon telpon genggam/pribadi atau teman terdekat. Oleh karena itu kita harus memiliki minimal satu atau dua no. telpon orang yang sering bersamanya.
contoh: saya memberikan no. telpon pacar saya, teman sekerja saya, dan no.hape klinik ke mama. contoh lain, seorang ibu harus memiliki no.telpon wali kelas atau teman dekat anaknya.

2. Menuju TKP
Jika sekian banyak nomor hape itu tidak bisa dihubungi. maka segera ada yang menuju ke tempat si anak seharusnya berada (entah itu sekolah atau kantor) dan ada yang menuju ke RS yang disebutkan.
jadi, ada yang menuju ke sekolah ada yang menuju RS (biar cepat). Atau lebih bagus lagi, sambil menelpon nomor-nomor itu sambil menuju TKP (tapi sangat tidak mungkin klo TKPnya diluar kota atau diluar Negeri)

3. Informasikan kepada keluarga dan kerabat. Jika ada pasien darurat masuk IRD/UGD/IGD maka akan langsung ditangani tanpa bertanya siapa namanya dll. Bahkan pasien tidak ber-KTP dan mabuk yang hanya diantar supir angkot, tetap dipasang infus dan diberikan penanganan semestinya. jadi sangat tidak mungkin jika kita ditelpon untuk membayar sejumlah uang ke no. rekening ga jelas. paling kita ditelpon untuk datang.
jadi kalau si penipu bilang "anak ibu butuh penanganan segera, harap kirim uang secepatnya" jangan terkecoh. karena kalau sudah ada persetujuan tindakan secara lisan saja, tanpa membayar langsung pun akan diberi penanganan. masalah biaya selalu diakumulasikan total setelah keluar RS.

4. Kadang ada telpon yang benar alias bukan penipuan bahwa kerabat kita kecelakaan. jadi di cek dulu ya...

well,semoga kisah ini bermanfaat dan bisa dijadikan pembelajaran.

#sampai berita ini diturunkan, belum ada kabar selanjutnya dari Om dan Tante.

1 komentar:

Me Vs My Mirror mengatakan...

Wah.. modusnya sama tuh, rekan kerja ku juga tertipu sama banget seperti kasus diatas. jadi katanya ada pihak sekolah yang tlp dia katanya anaknya jatuh dari lantai dua dan geger otak. tanpa pikit panjang teman kantorku langsung transfer uang 10 juta ke no rekening yang diberikan lewat sms, TANPA menelpon istri, atau wali kelas anaknya. padahal saat itu sang anak sedang main PS dirumah dengan ibunya.. thanks for sharing yah, moga moga kedepan nya ga banyak orang tertipu dengan modus seperti ini.. tapi kalo orang sudah panik sih, rata rata ga berpikir panjang... =(

Posting Komentar