Kamis, 21 Juni 2012

Masa Lalu (Lagi)


Aku: jika kamu kembali ke masa lalu apa yang ingin kamu ubah?
Kamu: banyak
Aku: ohh..
Kamu: kalau kamu?
Aku: kalau aku kembali ke masa lalu aku tidak akan merubah apapun. Karena masa lalu adalah proses. Lagian, kalau aku merubah hal-hal itu, aku takut ga bisa ketemu kamu sekarang.
Kamu: *tertawa. Iyaya. Kita hidup bukan di masa lalu. Tapi masa kini.

Betapa hebatnya waktu, tidak bisa dikuasai oleh uang.
Saat ia berlalu, maka berlalu. Tidak akan menunggu kita yang sedang bahagia, terluka atau tertidur.
Entah apa yang terjadi tentang masing-masing dari kita dimasa lalu. Entah bagaimana kita dikemudian hari.
Tapi saat ini, jangan pergi kemana-mana ya... :')

Rabu, 20 Juni 2012

ROOFTOP PRINCE and me


Baru saja menyelesaikan drama korea terbaru The Rooftop Prince.(Love Rain and Fashion King tundaaa dulu) Sedih, lucu, tidak tertebak, pokoknya campur aduk. apalagi backsound-original soundtracknya sangat mendukung. Jadi tambah terbawa suasana.


Apa yang bisa dipelajari? Gunakan waktu sekarang yang ada. Jika ada kesempatan. lalukan. buktikan. nyatakan. karena kita tidak punya waktu 300 tahun.

Well, setelah menyelesaikan drama ini (20 episode dalam waktu 2 hari) kembali sepiii....
Pada akhirnya, kita harus kembali ke dunia nyata, bukan drama, bukan maya, bukan juga mimpi.
Kita kembali harus menjalani hidup kita sendiri. Bekerja, belajar, mencari pasangan, beribadah, bersosialisasi, dan lain-lain. Jadi, kalau nonton drama korea atau melakukan hobi lain, jangan sampai kebablasan. lupa waktu. meninggalkan, nyuekin, melupakan, orang-orang atau hal-hal yang penting.

Kita harus belajar memprioritas kan sesuatu. Mana yang harus didahulukan, mana yang bisa menunggu. 
apakah mengerjakan tugas kantor dulu atau menonton.
apakah belajar dulu atau tidur.
 
So, saya berada di prioritas kamu no. berapa? ke 5? ke 10?
Anyway, jadi ingat ada yang harus saya utamain dulu.
Untuk sementara focus ke situ dulu ahh..
Fighting!!

Jalan belakang


Apa yang ingin disampaikan.
Tidak ada.
Apa yang disembunyikan.
Tidak ada.
Apa yang membuat rasa bersalah.
Karena kita bukan apa-apa. Dan sedang tidak apa-apa.
Tidak ada yang harus diceritakan, karena semua tampak seperti jalan yang suram.
Bukan juga jalan yang penuh cahaya.
Semua masih terasa kabut bagiku, walau katamu, kamu berdiri di ujung jalan itu.
Semua yang kudengar, seperti angin.
Kamu berdiri saja disana. Tidak datang padaku. Tidak juga memintaku datang padamu.
Jadi, apa yang bisa kukatakan?
Pada duri yang dingin? Pada senyum yang ramah?
Pada canda yang setia? Pada yang menunggu?
Pada tempat yang kosong? Pada diam?
Atau harus kukatakan saja. Hujan tak kan pernah datang dengan hangat?

Jumat, 15 Juni 2012

Mencari dompet=Mencari pasangan

Akhirnya, harus memilih satu yang pasti.
Beberapa bulan terakhir, saya tidak menggunakan dompet sama sekali. Jadi cuma menggunakan dompet batik tempat koin saja, dan berbagai macam kartu identitas ditaruh begitu saja di tas. KTP kadang ditas ini, SIM di tas satunya, ATM kadang di tas yang lainnya. Apalagi uang, di kantong baju ada. di kantong tas ada. mereka tercerai-berai.
Dompet ibarat rumah dan saya seperti mencabut hak mereka dari rasa aman dan perlindungan.
Bukan karena tidak ingin beli dompet baru, tapi saya sudah mencoba, namun tidak ada yang menarik hati. (memang sih baru mencoba sekali, tapi rasanya begitu malas mengulang fase pencarian yang sama) jadi saya memutuskan berhenti mencari. Untuk Sementara. sementara tapi berbulan-bulan? ya.. sementara yang cukup lama bukan?

Sampai akhirnya, saya diajak sahabat saya, PJ untuk menemaninya shopping. keliling-keliling dan dia mengajak saya singgah ke suatu tempat. 
love at first sign. tanpa rencana dan peringatan sebelumnya, rasa itu datang. Terjadi begitu saja. Warna pink peach kesukaan saya, model yang cantik feminine, simple and sweet.
Seperti satu-satunya
satu-satunya yang terlihat dimata saya,
yang lain hanya gambar blur.
Dan dengan sekejap
menjadi sesuatu yang penting di hidup saya. 
how beautiful (for me)... :*

saya memegangnya dan tersenyum. melihat dompet ini seperti melihat diri saya dalam wujud barang. menemukannya seperti menemukan pasangan yang selama ini saya tunggu dan cari. saya suka sekali dompet ini. walaupun dompet ini agak sedikit cacat (di bagian belakang ada noda tapi tidak terlalu jelas), tapi saya tidak bisa melepaskannya. Karena jika saya melakukannya, saya mungkin akan kehilangan dan menyesal dan butuh waktu berbulan-bulan lagi sampai akhinya menemukan yang saya sukai. tapi saya tidak ingin mengambil resiko untuk menunggu.
this is my life. this is my choice. 

Begitu juga saat mencari pasangan. Sama persis. Kita harus memilih satu yang menyakinkan. Bukan yang membuat ragu. Bukan yang membuat tanya. Karena itu, jika kita sudah fokus pada satu, maka sibukkan diri untuk membuatnya merasa "tepat".



Minggu, 10 Juni 2012

the SUNSET


Saat menghabiskan waktu dirumah, biasanya nonton video youtube. Entah tentang hijab, beauty tips, or music. Salah satu langganan saya adalah bubzbeauty. Dia memberikan banyak sekali tips-tips sehat dan cantik. (favorit saya setelah michellePhan). Sering mengikuti uploadnya, lalu ada salah satu video berjudul “Paint the Sunset with me”. Akhirnya nonton, dan ternyata bukan tentang beauty tips! Tapi sungguh, video ini begitu menginspirasi.
Berikut tampilan lukisan bubzbeauty:

Judul: The Sunset.
Menurut saya judul ini sangat tepat. Saat kita mengatakan “matahari terbenam” dia bukannya melukiskan sang surya tenggelam, tapi malah menggambarkan pesona sekitar saat semua warna menjadi jingga. Menurut saya ini sangat indah. Lalu mengapa saya mengatakan video ini sangat menginspirasi?
Karena di videonya ini bubzbeauty bilang:
“for the new year…I decided to start painting again
When I was younger Drawing was my favourite thing in the world
It freed me
And I was able to go anywhere in the world through painting
I choose art for an my A levels during high school
And despite doing well
I chickened out of doing ‘fine art’ for university
So I took something else
That would make me more employed.
I hated my 3 years in university
I felt left out & alone
It seemed like I was the only one Who wasn’t passionate about what I was learning
I somehow made it through me boring long years in Uni
But financial crisis made it difficult For me or anybody to find work in UK
But it did help me in a way…
I made videos on youtube because I was free
Somehow youtube suddenly open doors for me
But it wasn’t possible without your support
Thank you so much for you encouragement
For inspiring me…
Teaching me new things everyday
And reminding me to chase my dream
These years I became so busy In trying to chase my new dream
I forgot my old dream…
 Painting used to be my escape from busy world
Suddenly my life was too busy for painting
8 years after high school I finally took the plunge to start painting again
I recently started to learn a lot about painting
From fellow youtuber, GagnonStudio
He really inspired me with his passion with art
And hes been teaching me so much
So like me, did you leave behind a passion?
Its never too late to turn back to it..
For me painting isn’t about being the best
It’s the process of enjoying what you learn n paint
I realize the simplest things in life make me happiest
When I get better with painting
I’d love  to give back one of my painting for you guys As a gesture
Or hopefully one day, we can auction it and donate the money to charity
Im so excited this year, because I have a lot to learn
Most of all
Now I know I will definitely go back and study fine Art in the future
And I’m taking the first step now by learning to paint again.. ”

Mereka


Beberapa hari yang lalu ketemu teman sekelas waktu SMP, yang selalu mendapat rangking 1 (saya paling cuma dapet runner up doang) Selain pintar. Dia juga cerdas.
Jadi ceritanya kami ketemu diklinik (kakaknya melahirkan di klinik tempat saya bekerja) Masing-masing dari kami berdua  lupa-lupa ingat.  Hampir 7 tahun ga ketemu. Lagian  penampilan kami sudah berubah.
Saling bertanya kabar, apakah sudah menikah, kerja dimana, dan lain-lain.
Disitu saya baru tahu, dia tidak kuliah dan sekarang bekerja di pabrik udang. Padahal saya membayangkan dia menjadi seorang yang besar karena kecerdasannya. Makanya saya sedikit kaget melihat kenyataan. Kakaknya bilang karena tidak ada biaya makanya dia tidak kuliah selain itu teman saya ini memang mau bekerja untuk membantu perekonomian keluarga.
Miris mendengarnya. Saya yakin selain dia, masih banyak putra-putri yang harus terkubur dalam kerang didasar laut.
Mungkin nanti, akan ada yang menemukan mereka, para mutiara. Semoga..

The cup of coffe and Apple Juice.


Kemarin ada yang terpaksa mengajak saya makan, jalan ke gramed, main timezone.
Pukul 11.00 wita.
Dia Sarapan. Saya makan siang.
Nyam-nyam-nyam.. makan sambil liat dia. Gendut kayak ayam.
Saat ke gramed. Dia ke bagian interior. Saya ke bagian novel.
Keren deh cover novel-novel sekarang. Terkesan soft, elegant, feminine. ”don’t judge the book from the cover” iya sih, tapi saya ngeliat cover dulu tuh. Tapi kalau isinya ga sesuai sihh.. yaa… say bye-bye ajalah.
 Intinya, pandangan pertama memang tampang, tapi pandangan selanjutnyalah yang menentukan. Apakah novel itu kita beli untuk dimiliki. Atau diletakkan kembali ke raknya semula.
Novel yang judulnya bagus dan covernya menarik sangat banyak,
ada beberapa yang sempat saya baca sekilas..
The cup of coffe. Duh, ga ingat siapa penulisnya. Hehe.
Ada juga kutipan lucu seperti “sepenyok-penyoknya panci, pasti ada tutupnya jugaDate Note, Haris Firmansyah. Hihihi.. kocak banget. So, ya.. setiap dari kita akan punya pasangan.
Saat main timezone. Saya lebih suka liat dia main. Dapat boneka burung lohh.. warna nya item-oren. Sama kayak baju yang ngasi. Hehe. Mo nangkap si babi. Tapi susah. Kegendutan kali ya..
Selesai. Pulang.
Actually, I don’t wanna say goodbye..
  Gimana caranya biar ketemu lagi ya...hm...berpikirrr-berpikir,,,, 
"ngambek ahh".. hohohoho..
Malamnya, dia datang lagi dengan terpaksa. duduk diayunan. payung kami adalah langit malam. diam ditatap bintang. dengan backsound serangga malam yang bersorak-sorak.
 tadi di Gramed, ada kutipan bagus,
"Bahagia itu sederhana -duduk diam bersamamu-" oleh Kireina Enno.
Ada kalanya cukup memberikan waktu saja. melihat saja. mendengar saja. atau tersenyum saja.
semua menjadi baik-baik saja....
 Dan akhirnya sabtu ini diakhiri dengan segelas jus apple yang sangat manis.

Jumat, 08 Juni 2012

Bidan Juga Manusia

Tanggal 28 Mei kemarin, rekan kerja saya melahirkan anak pertamanya.  Di klinik kami.
Dan saya dibuat kalang kabut. Soalnya teman saya ini teriak-teriak hingga terdengar ke tetangga2. Panik jadinya. Soalnya bingung musti ngapain, dikasi pengarahan, cara ngejan yang baik, atau cara relaksasi, atau dikasi penyuluhan, ga mungkin. Karena dia juga bidan (bahkan senior). Jadinya saya malah tinggal-tinggal dia, hehe. mumpung masih pembukaan 8. Jadi saya ngurus pasien umum-Kb dulu.

Mengerikan sekali melihat orang yang kita kenal sedang kesakitan didepan mata kita (baca:sekarat) dan kita tidak bisa ngapa-ngapain. Apalagi saya adalah seseorang dengan empati tinggi. Jadinya berasa sakit juga

Mba A: AAAAAAAAaaaaaa….. sakitnyaaaaa Zaaaaa
Saya: *hening..
Mba A: Ya Alllahhh… Ga sanggup. AAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAaa
Saya: *hening..
Mba A: sakitnyaaa Zaaaa… Ga kuat. AAAAAAAAAAAAAAaa
Saya: *garuk-garuk kepala. Noleh ke suaminya. Ternyata kami sama-sama masang tampang bingung.

Beda sekali kalau dengan pasien:
Pasien: Aaaaaaa… Bu bidaaaaaann… sakit
Saya: sabar ya bu, tarik nafas….. hembuskan…
Pasien: Aaaaaa…
Saya: ibu, jangan teriak ibu. Tapi ngejan seperti dibatukkan. Ayo bu sedikit lagi.
Pasien: hhhhhhhggggg….*ngejan
Saya: iyaaa, pintar ibu. Sedikit lagi. Simpan tenaganya. Tuggu sakit, ngejan lagi. *dan seterusnya
Kembali ke cerita awal

Mba A: Ezaaaaa… coba VT lagiiii…
Saya: *VT. Masih pembukaan 8 mba. Portionya masih ada yg agak tebel.
Mba A: huaaaaaaa…. Sakittttttttttt…. Nda tahan

Saya jadi ingat banyak pasien-pasien bahkan orang-orang yang bilang, "enaknya bu bidan nanti kalau udah punya anak, Udah pintar ngurus bayi" Atau, "enaknya mbanya ini. Nanti kalau mau melahirkan udah tau teorinya", dan berbagai macam pendapat lainnya.
Saya balas saja pujian itu dengan senyum. Ini masih mending. Ada yang parah, "wah enak ni bu bidan kalau melahirkan ga sakit" Saya heran+bengong.
Sejak kapan kalau jadi bu bidan melahirkan jadi tidak sakit?sejaaaaaakkk kapaaaaaan?
Apakah seorang dokter tidak akan sakit? Apakah seorang psikolog tidak akan punya masalah psikis? Tentu saja tidak. Karna kami manusia.
Seorang bidan pasti akan tetap merasa sakit, bahkan tingkat stressnya lebih tinggi saat menghadapi persalinan.
Teman saya, saat dia sudah pembukaan lengkap bilang “jangan di epis!!!” dan kami berhasil ketawa ngakak.
kalau masalah sakit, tidak akan ada bedanya antara bidan dengan pasien lainnya. Tetap saja sakit itu sakit. Tetapi tentu ada bedanya, bedanya. Kami tau cara mengejan yang benar, cara bernafas efektif menjelang kala 2, istirahat diantara kontraksi, dan segala macam. (walaupun katanya kelak kita bisa lupa teori saat menghadapi persalinan secara real Hehe..) sedangkan pasien harus di bimbing.

Selesai kala III, mba amel diheacting karena ada rupture spontan. Saya kebagian jadi asissten alias tukang gunting benang doank. Jadi tangan kiri saya menggenggam tangan teman saya ini. tangan kanan memegang gunting. menurut saya, sentuhan itu bisa berarti jutaan kalimat. Sungguh bermakna sekali arti sebuah sentuhan, dan penyampaiannya akan mengena tepat ke sasaran. Genggaman saya ke mba Amel berarti “sabar ya mba. Yang kuat…” itu lebih ampuh dari kata-kata.  Hehehe..
Well, selamat ya mba amel n mas arif, atas kelahiran putrid pertama… ^o^/

Life is sweet,
xoxo

nb:Ada juga sentuhan yang bearti “sayang kamu” hahaha