Jumat, 08 Juni 2012

Bidan Juga Manusia

Tanggal 28 Mei kemarin, rekan kerja saya melahirkan anak pertamanya.  Di klinik kami.
Dan saya dibuat kalang kabut. Soalnya teman saya ini teriak-teriak hingga terdengar ke tetangga2. Panik jadinya. Soalnya bingung musti ngapain, dikasi pengarahan, cara ngejan yang baik, atau cara relaksasi, atau dikasi penyuluhan, ga mungkin. Karena dia juga bidan (bahkan senior). Jadinya saya malah tinggal-tinggal dia, hehe. mumpung masih pembukaan 8. Jadi saya ngurus pasien umum-Kb dulu.

Mengerikan sekali melihat orang yang kita kenal sedang kesakitan didepan mata kita (baca:sekarat) dan kita tidak bisa ngapa-ngapain. Apalagi saya adalah seseorang dengan empati tinggi. Jadinya berasa sakit juga

Mba A: AAAAAAAAaaaaaa….. sakitnyaaaaa Zaaaaa
Saya: *hening..
Mba A: Ya Alllahhh… Ga sanggup. AAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAaa
Saya: *hening..
Mba A: sakitnyaaa Zaaaa… Ga kuat. AAAAAAAAAAAAAAaa
Saya: *garuk-garuk kepala. Noleh ke suaminya. Ternyata kami sama-sama masang tampang bingung.

Beda sekali kalau dengan pasien:
Pasien: Aaaaaaa… Bu bidaaaaaann… sakit
Saya: sabar ya bu, tarik nafas….. hembuskan…
Pasien: Aaaaaa…
Saya: ibu, jangan teriak ibu. Tapi ngejan seperti dibatukkan. Ayo bu sedikit lagi.
Pasien: hhhhhhhggggg….*ngejan
Saya: iyaaa, pintar ibu. Sedikit lagi. Simpan tenaganya. Tuggu sakit, ngejan lagi. *dan seterusnya
Kembali ke cerita awal

Mba A: Ezaaaaa… coba VT lagiiii…
Saya: *VT. Masih pembukaan 8 mba. Portionya masih ada yg agak tebel.
Mba A: huaaaaaaa…. Sakittttttttttt…. Nda tahan

Saya jadi ingat banyak pasien-pasien bahkan orang-orang yang bilang, "enaknya bu bidan nanti kalau udah punya anak, Udah pintar ngurus bayi" Atau, "enaknya mbanya ini. Nanti kalau mau melahirkan udah tau teorinya", dan berbagai macam pendapat lainnya.
Saya balas saja pujian itu dengan senyum. Ini masih mending. Ada yang parah, "wah enak ni bu bidan kalau melahirkan ga sakit" Saya heran+bengong.
Sejak kapan kalau jadi bu bidan melahirkan jadi tidak sakit?sejaaaaaakkk kapaaaaaan?
Apakah seorang dokter tidak akan sakit? Apakah seorang psikolog tidak akan punya masalah psikis? Tentu saja tidak. Karna kami manusia.
Seorang bidan pasti akan tetap merasa sakit, bahkan tingkat stressnya lebih tinggi saat menghadapi persalinan.
Teman saya, saat dia sudah pembukaan lengkap bilang “jangan di epis!!!” dan kami berhasil ketawa ngakak.
kalau masalah sakit, tidak akan ada bedanya antara bidan dengan pasien lainnya. Tetap saja sakit itu sakit. Tetapi tentu ada bedanya, bedanya. Kami tau cara mengejan yang benar, cara bernafas efektif menjelang kala 2, istirahat diantara kontraksi, dan segala macam. (walaupun katanya kelak kita bisa lupa teori saat menghadapi persalinan secara real Hehe..) sedangkan pasien harus di bimbing.

Selesai kala III, mba amel diheacting karena ada rupture spontan. Saya kebagian jadi asissten alias tukang gunting benang doank. Jadi tangan kiri saya menggenggam tangan teman saya ini. tangan kanan memegang gunting. menurut saya, sentuhan itu bisa berarti jutaan kalimat. Sungguh bermakna sekali arti sebuah sentuhan, dan penyampaiannya akan mengena tepat ke sasaran. Genggaman saya ke mba Amel berarti “sabar ya mba. Yang kuat…” itu lebih ampuh dari kata-kata.  Hehehe..
Well, selamat ya mba amel n mas arif, atas kelahiran putrid pertama… ^o^/

Life is sweet,
xoxo

nb:Ada juga sentuhan yang bearti “sayang kamu” hahaha

0 komentar:

Posting Komentar