Senin, 27 Agustus 2012

AKU


Aku pernah memiliki sebuah rasa yang sangat besar.
Kuberikan rasa itu begitu besar hingga tidak ada tempat untuk yang lainnya.
Hingga saat rasa itu menguap tiba-tiba secara kejam. Tidak ada rasa yang tersisa.
Aku lupa menyimpannya bahkan untuk diriku sendiri.
“apakah bisa dengan yang lain?” itu fikirku.
Waktu kulewati seperti tidak ada ruang untukku lagi.
Bahkan aku lupa bagaimana berdiri tegak.
Hanya bisa bersandar pada dinding yang terasa dingin dan sunyi. Duka ini sangat menggangguku.
Butuh mengulang lagi semuanya. Menata kembali perasaan bertahun-tahun lalu.
Menghimpun kekuatan untuk menghilangkan sakit itu.
Rusak parah pada sendi dan pikiranku belum sembuh saat aku mulai berjalan kembali..
Berhari-hari aku berjalan dengan hati-hati. Menyembunyikan luka berdarah sambil tersenyum.
“semua baik-baik saja” itu kataku. Berhari-hari sudah aku melewatinya.. dan tidak mengingat lagi bagaimana hancurnya dulu.
Aku lupa pada yang namanya luka.
Suatu hari.
Saat bersantai bercengkrama dengan lembutnya angin.
Rasa yang pernah menyakitiku datang kembali memberikan obat penawarnya.
Seketika aku jatuh lagi. Dan luka itu kembali menganga.
Bahkan lebih dalam, karena dihadapanku angin berhenti berhembus dan terdiam.
Ternyata waktu belum menyembuhkanku. Aku merasa dikhianati oleh diriku sendiri.
Aku tak mungkin berputar jalan ke belakang, tapi aku pun tak mungkin maju dengan berpejam mata.
Mengapa kau tak pergi saja? atau aku yang menghilang...

1 komentar:

Anonim mengatakan...

akhirx tidak ad yg pergi dan tidak ad yg menghilang

Posting Komentar