Aku punya adik yang umurnya lebih
tua 22bulan (baca kakak yang kekanakan). Sungguh tidak dewasa sama sekali.
Tidak punya pengalaman. Dia tidak pernah menang kalau adu debat denganku atau
adu kata. Aku selalu tahu tentang dia. Aku tau yang mana yang serius atau
pelarian. Aku tau bahkan saat dia tak tahu siapa dirinya. Seakan-akan akulah
yang kakak, dia adik
Karena ukuran tingginya yang jauh
dari standar nasional indonesia, dan beratnya yang bisa dikatakan ‘lebih’, dia
selalu dan selalu disebut sebagai adikku. Karena muka chubby dan cutenya itulah.
Ckckck. Dari aku SD, sampe kuliah sampe kerja, aku dikira kakak. Muyak betul.
Kebiasaannya, bangun tidur
becermin. Pergi kerja bercermin. Pulang kerja bercermin. Selalu dan selalu
bercermin dan masang sejuta ekspresi. Terus kalau habis dandan, dia pasti
bilang “coba liat deh, kanda ga pake apa-apa loh” sambil nunjuk mukanya yang
padahal sangat jelas terlihat pake make up. Setelah masang muka “aku ga percaya”
baru dia bilang “Cuma pake ini! serius” sambil nunjuk eyeliner hitam dan blush
on. Pas aku naikkin alis dan masang muka ‘aku BENAR-BENAR g percaya’
Baru akhirnya dia bilang “Cuma
pake krim aja bah. Sama lisptrik. Sama eyeliner putih. tapi ga pake bedak! hehe”
Nah, begitulah. Suka betul dia
bikin missing episode.
Kebaikannya kakakku ni adalah.
Dia sayang betul ma aku. Minta apa aja pasti dikasi. Atau kalau ga. Pasang aja
muka diam dan hampa, atau bersikap manis pasti deh dibeliin. Atau
hasut-hasut sedikit.. contoh:
“kanda, temen resa PJ pake make up merek X. ihhh cantik bget loh”
“masa-masaaaa, beli-beli…”
Kebiasaan lainnya adalah, kalau
nonton tipi, trus liat artisnya putih, cantik, mulus, dia bakal merhatiin dari head
to toe, trus ujung-ujungnya ngomong “kok bisa ya cantik gitu?” atau “kok bisa y
aputih gitu. Pake apa sih?” (adikku si jian sapi aja sampe hapal)
Trus beberapa detik kemudian, dia
lagsung browsing tentang apa saja yg pasti -atau mungkin- digunakan si artis.
Adikku kanda, seharusnya masa
remajanya sudah lewat. Di usia renta begini dia malah fallin in love. Saat
sedang falling in love dia bilang aku seperti anak SMP, padahal dia yang
seperti anak SD. Semoga saja ini adalah rasa yang terakhir.
Sebagai dukun, aku ngeramal bahwa
hubungan mereka akan baik-baik saja asalkan masing-masing dari mereka tidak lagi
terjebak dimasa lalu.
life is sweet, xoxo



0 komentar:
Posting Komentar