Ini cerita tentang jingga.
Di minggu siang, kota tarakan
yang menyengat. Berkali-kali aku menoleh ke langit hanya untuk memastikan bahwa
matahari masih ada satu. *saking panasnya kukira matahari ada dua.
Sebenarnya tidak ada istilah weekend dalam kehidupanku.
Bahkan aku sampai lupa kapan hari sabtu, kapan hari minggu, yang bagi sebagian
orang dijadikan ajang kumpul bersama, bersantai, ngemil bareng, nonton bareng,
bersepeda, ke salon bareng, masak bareng, ngepel rumah bareng, bersama keluarga atau sahabat.
Nah, jadi minggu tanggal 5-5-12 kemarin secara kebetulan aku libur (setelah
dua hari dinas malam), dan teman-temanpun punya waktu free siang-sore karena
mereka masuk malam. (inilah sisi negatifnya klo teman-temanmu rata-rata nakes
yang kerjanya shift-shiftan. ngatur jadwal jalannya itu lohh), jadi hari itu kami berencana untuk jalan-jalan.
Sekedar info, di tarakan hanya ada satu mall (yang bahkan
masih dianggap meragukan bagi sebagian orang), tidak ada foodcourt, atau Solaria dan kawan-kawan, tidak ada bioskop (adanya layar tancap), tidak ada
Jco, breadlife, breadtalk, tidak ada Pizza hut ataupun Mc.Donal, tidak ada
tempat shopping yang bagus-bagus dan murah murah tentunya. Tapi teman, jika kita
hanya sibuk melihat kekurangan-kekurangan, maka kita tidak akan pernah merasa
bahagia. Kan?
Janjian jam 13.00 WITA. (Panasnya membara) temanku yang
wajahnya kotak bilang,
“za, jemput aku ya”
“he-eh”
Cukup jauh juga rumahku kerumahnya, dan arahnya berlawanan.
tapi demi suksesnya jalan-jalan ini, maka aku ngalah aja deh. *perasaan tiap
jalan, aku terus yang jemput ni anak!!
Nyampe sana, dia dengan wajah kotak tanpa dosa bilang “za
aku bawa motor sendiri”
*akucumabisamelongo
“heh non, klo kamu bawa motor ndiri kenapaa minta aku
jauh-jauh kerumahmuuu!!!!!!” *dongkol-sedongkol-dongkolnya
“hahahahahahahahahahahahhaha” dia Cuma ketawa. Mungkin
menyadari kepintarannya.
Tapi dalam hati mikir juga sih, mungkin dia ngetes seberapa
sayang aku sama dia. Saat panas-panas begini, dia menguji aku. Rela kah,
tuluskah, dll. *gimana noi, kurang sayang apa lagi aku ke kamu??
-to be continued-



0 komentar:
Posting Komentar