Sabtu, 19 Mei 2012

Saat ayah gemetar

Jika ada pasien yang akan melahirkan maka kami akan menyarankan orang terdekat pasien, entah itu ibu kandung, ibu mertua atau suami untuk menemani proses persalinan.
Hari itu kami sedang menolong persalinan anak kedua keluarga ini. 
si Ayah ini hebat sekali memberi semangat pada istrinya, "ayoo mah.. terus maaah.. bentar lagi kok maaah. yang kuat ya mah" atau "ayo sayaaang, terus sayaaang sedikiitttt lagi" dan sambil mengucapkan kalimat-kalimat itu tangannya terus menggenggam kuat tangan istrinya. aku mengamati bapak ini, entah kenapa aku menoleh ke kakinya. dan disitu aku terpana. bukan karena betisnya segede singkong atau apa. tapi karena, gemetaran. aku perhatikan baik-baik ternyata keringatnya sudah kemana-mana. benar-benar seperti habis kehujanan. ayah ini ketakutan. gemetarannya begitu terlihat jelas. peluhnya dari wajahnya mengalahkan keringat istrinya sendiri.
Ia ketakutan, tapi apa yang membuatnya bertahan berada di ruangan ini?
saat bayinya lahir dan menjerit  menangis. saat itulah si ayah terduduk lemas. mencium kening istrinya. mengucap syukur tak henti-hentinya.

0 komentar:

Posting Komentar