Waktu kuliah, saya dan teman-teman mengontrak rumah yg disebut orang-orang white house, dekat dengan kampus. jadi pagi-pagi saat kuliah kami hanya berjalan kaki saja. karena waktunya bersamaan, maka setiap pagi pula juga kami selalu bertemu dengan anak-anak TK. (sekitar jam 07.20)
Saya sering sekali bertemu dengan bapak ini. menggunakan jaket hitam. wajah sedikit sangar. berkumis.
Hari itu saya bertemu lagi, karena penasaran saya mengamati ulah bapak ini. sapa tau ternyata beliau adalah seorang penjahat, penculik anak kecil yang menyamar sebagai orangtua murid. dan saya adalah satu-satunya saksi mata. jadi saya memutuskan untuk mengamati dalam diam. hehe..
Bapak ini berdiri didepan gang. Matanya mengarah pada sosok anak perempuan TK itu. aku masih diam mengamati. agak lama juga si anak TK ini nyampe sekolahnya. mungkin karena kakinya yang pendek dan roknya yang kebesaran. mungkin juga karena dia asik singgah-singgah melihat orang-orang yang jualan di kanan-kirinya. si Bapak menunggu dengan wajah biasa. Aku menunggu dengan wajah binasa. pegel juga ngintip orang. hufhh..
Akhirnya si anak perempuan nyampai di pagar sekolah TKnya dan berbalik badan. tersenyum sambil melambaikan tangan. si bapak tersenyum dan melambaikan tangan juga. si anak berjalan menuju kelasnya. aku menunggu apa yang terjadi selanjutnya. si Bapak benar-benar pergi saat anak perempuannya tidak terlihat lagi dari pandangannya.
Ada sebongkah es yang meleleh dengan hangat di hati. setiap hari aku melihat bapak ini memandang pada satu titik, ternyata menunggu anak perempuannya. mungkin ia ingin menyampaikan kalimat tak terucap, "bahwa ayah selalu disini. ada dibelakangmu. menjagamu hingga nanti kamu memiliki sayap sendiri"
nb: setelah itu jika aku bertemu dengan bapak ini, aku juga biasanya menunggu si anak perempuan kecil itu membalikkan badannya.



0 komentar:
Posting Komentar